|
KEDAI KEBUN FORUM
Kedai Kebun Forum adalah ruang seni alternatif di Yogyakarta yang dikelola
secara independen oleh seniman, terdiri dari Galeri, Ruang Pertunjukan,
HALTE - media belajar menulis seni, Bookstore, dan Restoran.
Kedai Kebun Forum adalah komunitas
kecil, berdiri tahun 1996, ditujukan untuk usaha belajar dan pengkajian, dalam rangka
membangun kepekaan terhadap setiap gejala perubahan sosial, melalui
kesenian.
Selama ini seluruh aktivitas di Kedai Kebun Forum dibiayai oleh
restorannya.
|
|

Denah galeri
(download: 95 Kb)

Profil
Ruang Pertunjukan
(download: 76 Kb)

Denah
Ruang Kedai Kebun
(download: 58 Kb)

Denah
Lokasi Kedai Kebun
(download: 60 Kb)
|
|
KONSEP
Kedai Kebun
Forum merupakan ‘ruang bermain’, dalam arti berani mencoba atau
menisbikan nilai-nilai mapan yang kuat berakar dalam kesenian masa kini.
Kedai Kebun Forum percaya bahwa seni adalah bentuk refleksi sosial dan
tidak otonom, sehingga seni apapun - dianggap baik ataupun buruk, dapat
dilihat sebagai cerminan pergerakan sosial yang sedang terjadi.
|
|
STRATEGI KEBERTAHANAN
Kedai kebun dikelola secara independen oleh seniman. Dalam upaya
menjalankan bisnis maupun aktivitasnya, kedai kebun konsisten menerapkan
pola manajemen yang efektif, efisien, dan kontekstual dengan kebutuhan
dan ketersediaan sumber daya (kelebihan maupun kekurangan) di ruang
hidupnya. Konsekuensinya, manajemen kedai kebun bergerak dinamis, penuh
rekayasa, dan tidak stabil.
Kedai kebun hadir sebagai alternatif pilihan ketika peran negara untuk
memberikan pelayanan kepada publik melalui ruang-ruang (kesenian) tidak
berfungsi. Kenyataan itu, niscaya memberikan imbuhan identitas kepada
Kedai Kebun Forum sebagai ruang publik.
Konsekuensinya, sikap sosial yang muncul ini harus diimbangi dengan
langkah strategis untuk bertahan hidup sekaligus mendorong terbentuknya
kesadaran publik (kesenian) akan haknya pada ruang-ruang (kesenian)
milik negara tersebut. Langkah itu adalah:
1. Menerapkan subsidi silang
2. Menyediakan diri sebagai supporting system bagi bagi lembaga lain
atau seniman miskin yang punya ide menarik untuk tidak ragu mewujudkan
gagasannya
3. Kerjasama
4. Mengembangkan semangat berbisnis
|
|
FASILITAS
Galeri.
Ruang ukuran 6m x 9m x 3,25m, lantai semen, lampu flat.
Ruang Pertunjukan. Kapasitas : 150 orang penonton, Ruang
ukuran lebar : 9m ; panjang: 14m ; tinggi: 4,5m/ 6m (sampai bar/ atap).
Listrik: Circuit : 48 channel.
Lighting system: Bar lampu death hang : 6 line, Lampu par 38 120 watt
(30 buah), 3 lampu halogen 500 watt, Dimmer pack LITE PUTTER CX-12 96
ch, Power pack LITE PUTTER 12 ch. Sound System: CD Player, 4 side
speaker BOSE 101 MM, mixer sound YAMAHA Mixing console MG 16/4, Power
Amplifier, 2 Dynamic microphone SHURE SM 58.
|
|
AKTIVITAS
1. Selain
merancang
kegiatan sendiri, Kedai Kebun Forum juga
mengakomodasi
proposal kuratorial dari berbagai kalangan
disiplin, baik individu maupun kelompok, baik berupa pameran atau pertunjukan. Dalam beberapa
event, KKF juga menjalankan fungsinya sebagai
supporting system. Dalam konteks Indonesia yang miskin, kerja
ini lebih inspiratif bagi lembaga lain atau seniman
miskin yang punya ide menarik untuk tidak ragu mewujudkan gagasannya. Interaksi
antar disiplin ini menjadi keutamaan kami.
2. Mengelola Restorannya secara serius sebagai
sumber kelangsungan hidup,
Interior Restoran Kedai Kebun didesain sebagai ruang penghubung
sekaligus titik pertemuan arus peristiwa yang terjadi baik di galeri
maupun ruang pertunjukan. Aliran udara terbuka lebar menciptakan ruang
yang sejuk dan semilir. Ruang ini sangat nyaman untuk sekedar mengobrol
sambil memanjakan selera Anda dalam surga salad dan masakan Indonesia.
Menyajikan lebih dari 100 masakan Indonesia, Cina, Eropa, dan menu-menu
vegetarian yang bervariasi, lezat, sehat, dengan harga terjangkau. Jika
Anda bosan menyelenggarakan seminar di hotel-hotel mewah, ruang kami
menyediakan kesederhanaan dan persahabatan yang tulus.
3. Menerbitkan HALTE - media belajar menulis seni,
dan Bookstore & clothing
HALTE - media belajar menulis seni, adalah jurnal penonton triwulan.
Tulisan akan dimuat tanpa diedit.
4. Mengorganisir seniman residensi
5. Departemen Sukaria
Mengakomodasi proposal suka ria dari seniman-seniman yang stress karena
gagal pameran, dan dilewati oleh kurator internasional karena tidak bisa
menggunakan video, dan sudah terkenal tapi karyanya dianggap kuno oleh
seniman muda lokal yang tidak terkenal, atau dosen-dosen muda cerdas dan
potensial, tapi tergusur karena sekolahnya dirasionalisasi oleh
politikus lokal yang tidak terkenal, atau pegawai LSM yang sudah bosan
membantu orang miskin, akan tetapi takut keluar karena tidak terkenal.
|
|
SEJARAH
Didirikan pada September
1996, sebagai sebuah restoran dengan keberuntungan memiliki ruang kosong
di belakang dapur, yang kemudian dimanfaatkan secara rutin dan terjadual
untuk pameran seni rupa, pertunjukan teater, musik, tari, pembacaan
puisi atau cerpen, dan diskusi-diskusi budaya.
Pada awalnya aktifitas di restoran dan ruang belakang itu bisa
berlangsung secara “harmonis” sebelum kemudian peristiwa-peristiwa yang
berlangsung di kedua ruang itu saling “mengintimidasi” satu sama lain.
Sehingga muncul gagasan untuk membangun sebuah ruang baru yang
masing-masing bersifat mandiri.
Pada Desember 2001 renovasi dimulai dan selesai pada Mei 2003. Pekerjaan
terbesar adalah mewujudkan ruang pertunjukan alternative yang memenuhi
standar akustik dengan biaya rendah. Akhirnya Kedai Kebun Forum
menemukan “Batagama”, jenis batu bata akustik, hasil penelitian Ir.
Kardiyono dari Fakultas Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada. Batagama
diproduksi oleh penduduk desa Bawuran, Pleret Bantul, Yogyakarta.
|
|
|
|