|
A Queen of Awul-Awul
Toko baju bekas meraja lela di jogja.
Hampir di setiap sudut jalan, ada toko semacam itu.
Keberadaan toko-toko itu sangat menyenangkan bagi
kebanyakan seniman muda di sini. Semua jenis baju dijual
di situ, dari kaos, hem, celana pendek, panjang, jaket,
jumper, jas kulit, sepatu, tas, ikat pinggang, topi, dll.
Kalau beruntung kita bisa mendapatkan baju-baju bekas
bermerk atau baju tentara korea, tapi untuk mendapatkannya
kita harus berjuang memilah-milah dan mengobrak-abrik
baju-baju yang bertumpuk-tumpuk. Dalam bahasa Jawa
[mengobrak-abrik] artinya [ngabul-abul] maka toko semacam
itu kami sebut /abul-abul/ atau /awul-awul/. Di kalangan
kami, orang yang paling beruntung dalam hal baju bekas
adalah Nuning – Nur Aini Juliastuti –
eksponen Kunci
Cultural Studies Center. Perempuan muda ini, sangat gigih
menawar harga. Dia bisa mendapatkan Rp. 3.000,- ( US$1
cent/ t-shirt). Karena keahliannya itu, kami menyebutnya
The Queen of Awul-Awul. Bahkan dia sampai tahu regulasi
beberapa awul-awul, misalnya, kapan mereka bikin sale!
gila ya…sudah toko bekas masih bikin sale. Kata Nuning,
kadang-kadang, para awul-awul kasih gratis begitu saja
jika stok baru datang. Lalu yang pada datang para supir
becak, pengemis, pemulung, dll.
|
 |
|
Maaf…tidak ada listrik
Aisyah Hilal, direktur eksekutif
Yayasan Seni Cemeti,
sebulan terakhir ini
menjalani hidup sederhana. Sejak pindah ke rumah baru yang
terletak di tengah tegalan di belahan Sleman, ia harus
membiasakan diri hidup tanpa listrik.. Ibu Direktur yang
bersuami seorang fotografer – stringer Reuter, dan beranak
satu ini, harus rela membuat api untuk menyetrika baju.
Setiap menjelang malam, Bapak Oblo – si fotografer akan
menyalakan lampu minyak. Untuk kebutuhan air, keluarga
muda ini meminjam generator kecil untuk mengangkat air ke
tandon. Untunglah, seorang tetangga yang tinggal di
seberang sungai berbaik hati menyumbang listrik, walaupun
hanya untuk 2 lampu kecil. Walhasil saat ini, rumah kecil
di tengah tegalan yang dilayout oleh Arsitek Eko Prawoto
ini, tak lagi gelap gulita.
|
 |
|
|
SIRKUS PENGANTIN -
Pameran Senirupa
Proyek Seni
"GONDOMANAN PROJECT"
FSSP(Forum Studi
Seni Pertunjukan)
Beasiswa Penciptaan Teater/ Pantomim 2006
A Queen of Awul-Awul
Maaf…tidak ada listrik
Proyek Seni
SEPTEMBER
SOMETHING:
Melihat Tragedi dari Ruang Keluarga
Re:PUBLIK ART -
Mencari Ruang Prublik lewat seni rupa temporer
Proyek seni "RADIUS 1 KM: Jogja
Bergerak !
Proyek Seni
Membongkar Koper
Budaya Indies-Dari Anyer sampai
Panarukan ke Sabang sampai Merauke
|