www.kedaikebun.com

Halaman muka

Profil

Restoran

Toko buku

Galeri foto

Link

Kontak kami

 

 
 

KABAR

 

Kabar lain:

A  Queen of Awul-Awul

 

Toko baju bekas meraja lela di jogja. Hampir di setiap sudut jalan, ada toko semacam itu. Keberadaan toko-toko itu sangat menyenangkan bagi kebanyakan seniman muda di sini. Semua jenis baju dijual di situ, dari kaos, hem, celana pendek, panjang, jaket, jumper, jas kulit, sepatu, tas, ikat pinggang, topi, dll. Kalau beruntung kita bisa mendapatkan baju-baju bekas bermerk atau baju tentara korea, tapi untuk mendapatkannya kita harus berjuang memilah-milah dan mengobrak-abrik baju-baju yang bertumpuk-tumpuk. Dalam bahasa Jawa [mengobrak-abrik] artinya [ngabul-abul] maka toko semacam itu kami sebut /abul-abul/ atau /awul-awul/. Di kalangan kami, orang yang paling beruntung dalam hal baju bekas adalah Nuning – Nur Aini Juliastuti – eksponen Kunci Cultural Studies Center. Perempuan muda ini, sangat gigih menawar harga. Dia bisa mendapatkan Rp. 3.000,- ( US$1 cent/ t-shirt). Karena keahliannya itu, kami menyebutnya The Queen of Awul-Awul. Bahkan dia sampai tahu regulasi beberapa awul-awul, misalnya, kapan mereka bikin sale! gila ya…sudah toko bekas masih bikin sale. Kata Nuning, kadang-kadang, para awul-awul kasih gratis begitu saja jika stok baru datang. Lalu yang pada datang para supir becak, pengemis, pemulung, dll.

 

Maaf…tidak ada listrik

 

Aisyah Hilal, direktur eksekutif Yayasan Seni Cemeti, sebulan terakhir ini menjalani hidup sederhana. Sejak pindah ke rumah baru yang terletak di tengah tegalan di belahan Sleman, ia harus membiasakan diri hidup tanpa listrik.. Ibu Direktur yang bersuami seorang fotografer – stringer Reuter, dan beranak satu ini, harus rela membuat api untuk menyetrika baju. Setiap menjelang malam, Bapak Oblo – si fotografer akan menyalakan lampu minyak. Untuk kebutuhan air, keluarga muda ini meminjam generator kecil untuk mengangkat air ke tandon. Untunglah, seorang tetangga yang tinggal di seberang sungai berbaik hati menyumbang listrik, walaupun hanya untuk 2 lampu kecil. Walhasil saat ini, rumah kecil di tengah tegalan yang dilayout oleh Arsitek Eko Prawoto ini, tak lagi gelap gulita.
 

 

 

SIRKUS PENGANTIN - Pameran Senirupa

 

Proyek Seni  "GONDOMANAN PROJECT"

 

FSSP(Forum Studi Seni Pertunjukan) Beasiswa Penciptaan Teater/ Pantomim 2006

 

A  Queen of Awul-Awul

 

Maaf…tidak ada listrik

 

Proyek Seni

SEPTEMBER SOMETHING:          Melihat Tragedi dari Ruang Keluarga

 

Re:PUBLIK ART - Mencari Ruang Prublik lewat seni rupa temporer

 

Proyek seni "RADIUS 1 KM: Jogja Bergerak !

 

Proyek Seni

Membongkar Koper Budaya Indies-Dari Anyer sampai Panarukan ke Sabang sampai Merauke

 

© 2006  Kedai Kebun                                                                                                                                                                kembali ke atas   l   halaman muka