|
Project Overview
Seniman mengangkat situasi suatu daerah sebagai
inspirasi karya, adalah bukan hal baru
dan luar biasa. Begitu pula dengan Proyek
Seni Gondomanan. Proyek Gondomanan
adalah sebuah proyek artistik yang dilakukan oleh
seniman dan berujung pada
penciptaan karya berupa komik, video, dan musik.
Disain proyek ini adalah menstilir gerak, ritme,
dan rutinitas yang terjadi di sepanjang ruas
jalan Gondomanan dari perempatan Klenteng (Vihara
Budha Praba) s.d perempatan
Pojok Beteng Wetan. Melalui strategi stilisasi,
deformasi, hiperbolik dan superlatif,
diimbuhi dengan pengetahuan sosial, seniman
mencoba mengimajinasikan kemungkinan
perubahan-perubahan yang akan terjadi di
daerah itu. Proyek ini melibatkan
7 seniman video dan komik yang akan bekerja di
studio (KKF) selama 4,5 bulan (12 Juli – 30 November).
Kerja studio adalah kerja rekronstuksi pengalaman
amatan di lapangan dengan sketsa-
sketsa dan pameran benda-benda temuan atau
pinjaman yang diasumsikan sebagai
medan (tidak) bebas makna. Proyek Gondomanan akan
diawali dengan pameran oleh
KUNCI Cultural Studies Centre (8 Juni – 7 Juli)
yang mengungkap peta sosial-ekonomi-
politik komunitas yang ada di sepanjang ruas
Gondomanan. Proyek ini merupakan proyek
studio I yang dilakukan oleh KKF
bekerjasama dengan KUNCI Cultural Studies Centre.
Delapan seniman rupa itu adalah (1) Ibnu Gepeng,
(2) Choiru Pradono (Ndik),
(3) Wedhar Riyadi, (4) Yovita, (5) Angel Melani, (6) Wimo Ambala
Bayang, (7) Cika.
Secara keseluruhan Proyek Gondomanan berdurasi
4,5 bulan. Selama itu penonton bisa mengikuti peristiwa dan
situasi Gondomanan sehari-hari melalui sketsa seniman
kemudian perkembangan bentuknya ketika imajinasi
dan gaya bahasa telah diimbuhkan.
Sangat dimungkinkan munculnya diskusi-diskusi dan
debat-debat terbuka mengenai
ketepatan penggunaan gaya bahasa.
Gondomanan adalah daerah yang terletak di antara Sungai Code
wilayah Sayidan sampai Keparakan Kidul (Selatan) dan bagian
timur tembok benteng Kraton Yogyakarta,
membujur dari utara ke selatan dari Klenteng
Gondomanan (Vihara Budha Praba)
Pojok Beteng Wetan (sudut benteng Kraton sebelah
timur). Penanda penting di ruas ini
adalah Purawisata yang terkenal dengan pentas
Sendratari Ramayana dan hiburan malam
musik dangdut. Sekitar 25 tahun yang lalu,
Purawisata adalah Taman Hiburan Rakyat
(THR) lengkap dengan komedi putar dan drummolen.
THR adalah juga terminal angkutan
kota dan juga dikenal sebagai arena perjudian
dengan tingkat kriminalitas yang tinggi.
Pada tahun 1985 peristiwa PETRUS menghapus jejak
kriminal di daerah itu dilanjutkan
dengan pemindahan terminal ke Umbulharjo.
Gondomanan juga dikenal sebagai pecinan
yang sifat dagang komunitas itu menghidupkan
daerah ini. Bagaimana Gondomanan
saat ini?
|