www.kedaikebun.com

Halaman muka

Profil

Restoran

Toko buku

Galeri foto

Link

Kontak kami

 

 
 

KABAR

 

Kabar lain:

8 Juni - 15 Desember 2006

Proyek Seni

"GONDOMANAN PROJECT"

 

Kegiatan:

Pameran "Peta Benda-Benda di Gondomanan"

oleh Kunci Cultural Studies Center

(8 Juni - 7 Juli 2006)

Workshop, studi lapangan & kerja studio

(12 Juli - 30 November 2006)

Pameran Video & Komik

(4 - 15 Desember 2006)

 

Peserta:

Ibnu Gepeng, Wedhar Riyadi, Yovita, Angel Melani, Wimo Ambala Bayang, Cika, Choiru Pradono (Ndik).

 

image lain dari proyek Gondomanan

 

 

Project Overview

 

Seniman mengangkat situasi suatu daerah sebagai inspirasi karya, adalah bukan hal baru

dan luar biasa. Begitu pula dengan Proyek Seni Gondomanan. Proyek Gondomanan

adalah sebuah proyek artistik yang dilakukan oleh seniman dan berujung pada

penciptaan karya berupa komik, video, dan musik.

 

Disain proyek ini adalah menstilir gerak, ritme, dan rutinitas yang terjadi di sepanjang ruas

jalan Gondomanan dari perempatan Klenteng (Vihara Budha Praba) s.d perempatan

Pojok Beteng Wetan. Melalui strategi stilisasi, deformasi, hiperbolik dan superlatif,

diimbuhi dengan pengetahuan sosial, seniman mencoba mengimajinasikan kemungkinan

perubahan-perubahan yang akan terjadi di daerah itu. Proyek ini melibatkan

7 seniman video dan komik yang akan bekerja di studio (KKF) selama 4,5 bulan
(12 Juli – 30 November).

 

Kerja studio adalah kerja rekronstuksi pengalaman amatan di lapangan dengan sketsa-

sketsa dan pameran benda-benda temuan atau pinjaman yang diasumsikan sebagai

medan (tidak) bebas makna. Proyek Gondomanan akan diawali dengan pameran oleh

KUNCI Cultural Studies Centre (8 Juni – 7 Juli) yang mengungkap peta sosial-ekonomi-

politik komunitas yang ada di sepanjang ruas Gondomanan. Proyek ini merupakan proyek

 studio I yang dilakukan oleh KKF bekerjasama dengan KUNCI Cultural Studies Centre.

 

Delapan seniman rupa itu adalah
(1) Ibnu Gepeng,
(2)
Choiru Pradono (Ndik),
(3) Wedhar Riyadi,
(4) Yovita,
(5) Angel Melani,
(6) Wimo Ambala Bayang,
(7) Cika.

Secara keseluruhan Proyek Gondomanan berdurasi 4,5 bulan. Selama itu penonton bisa mengikuti peristiwa dan situasi Gondomanan sehari-hari melalui sketsa seniman

kemudian perkembangan bentuknya ketika imajinasi dan gaya bahasa telah diimbuhkan.

Sangat dimungkinkan munculnya diskusi-diskusi dan debat-debat terbuka mengenai

ketepatan penggunaan gaya bahasa.


Gondomanan adalah daerah yang terletak di antara Sungai Code wilayah Sayidan sampai Keparakan Kidul (Selatan) dan bagian timur tembok benteng Kraton Yogyakarta,

membujur dari utara ke selatan dari Klenteng Gondomanan (Vihara Budha Praba)

Pojok Beteng Wetan (sudut benteng Kraton sebelah timur). Penanda penting di ruas ini

adalah Purawisata yang terkenal dengan pentas Sendratari Ramayana dan hiburan malam

musik dangdut. Sekitar 25 tahun yang lalu, Purawisata adalah Taman Hiburan Rakyat

(THR) lengkap dengan komedi putar dan drummolen. THR adalah juga terminal angkutan

kota dan juga dikenal sebagai arena perjudian dengan tingkat kriminalitas yang tinggi.

 

Pada tahun 1985 peristiwa PETRUS menghapus jejak kriminal di daerah itu dilanjutkan

dengan pemindahan terminal ke Umbulharjo. Gondomanan juga dikenal sebagai pecinan

yang sifat dagang komunitas itu menghidupkan daerah ini.
Bagaimana Gondomanan

saat ini?




Pameran "Peta Benda-Benda di Gondomanan"

oleh Kunci Cultural Studies Center

 

Bapak Pucung,
Pasar Mlati Kidul Denggung,
Kricak Lor Nagara,
Pasar Gedhe loring loji,
Menggok ngetan kesasar nyang Gondomanan



Pada dasarnya peta adalah kumpulan cerita. Proyek ini bertujuan untuk memberi makna lain dari peta. Peta yang bukan sekedar berfungsi menunjukkan arah dari suatu tempat ke tempat lain. Peta yang tidak sekedar menunjukkan deretan rumah, toko, atau gang. Tetapi juga bisa menunjukkan jalinan sosial, ekonomi, gosip, perebutan kekuasaan antar penghuni, yang ada di sepanjang ruas Gondomanan.

Pintu masuk yang kami pilih kemudian adalah dengan melakukan studi atas benda-benda (komoditas) yang ada di Gondomanan. Jadi ini adalah peta benda-benda. Benda-benda apa saja yang diperjualbelikan disana, siapa yang melakukan praktek pertukaran tersebut, apa yang melatarbelakangi pemilihan lokasi untuk pertukaran benda-benda itu, bagaimana sejarah benda-benda tersebut, bagaimana semua itu didistribusikan (praktek persebaran), darimana pengetahuan produksi atas suatu komoditas diperoleh, apa yang mendasari satu benda populer pada jamannya.

Mengapa kami akhirnya memutuskan untuk berkonsentrasi kepada benda-benda dalam proyek ini? Pertama, kami memang tidak meniatkan diri untuk benar-benar membuat suatu proyek konservasi lingkungan atas wilayah Gondomanan. Kami mencoba membuat studi atas sesuatu yang lebih sesuai dengan latar belakang wilayah kerja kami selama ini. Akhirnya pilihan jatuh kepada benda-benda atau komoditas yang kami jumpai di wilayah itu. Kedua, benda-benda memang sesuatu yang bisa berubah-ubah, dalam arti mereka bisa berada di mana saja, dan dengan demikian tidak bisa dijadikan patokan kekhasan suatu tempat. Disini kami lebih tertarik untuk mempelajari benda-benda, baik dari sisi materialitas dan menggali cerita yang ada dibaliknya.

Kami melakukan wawancara, studi atas iklan-iklan lama di majalah dan koran lokal lama, mencocokkan data-data visual yang kami miliki dengan ingatan informan yang kami wawancarai. Sebagai hasil akhir, kami menggabungkan berbagai macam perangkat yang memungkinkan munculnya peta tersebut mulai dari foto-foto, video, esai, dan drawing berisi rekonstruksi atas titik-titik tertentu dari Gondomanan.

 

 

lebih jauh

(download file: 145 Kb)
 

Tentang Seniman

 

 

 

 

SIRKUS PENGANTIN - Pameran Senirupa

 

Proyek Seni  "GONDOMANAN PROJECT"

 

FSSP(Forum Studi Seni Pertunjukan) Beasiswa Penciptaan Teater/ Pantomim 2006

 

A  Queen of Awul-Awul

 

Maaf…tidak ada listrik

 

Proyek Seni

SEPTEMBER SOMETHING:          Melihat Tragedi dari Ruang Keluarga

 

Re:PUBLIK ART - Mencari Ruang Prublik lewat seni rupa temporer

 

Proyek seni "RADIUS 1 KM: Jogja Bergerak !

 

Proyek Seni

Membongkar Koper Budaya Indies-Dari Anyer sampai Panarukan ke Sabang sampai Merauke

 

© 2006  Kedai Kebun                                                                                                                                                                kembali ke atas    halaman muka